
globalnews.com.Bekasi.
Kerja bakti masarakat petani di dua Desa untuk membersikan rumput dan pendangkalan menggunakan manual dari pintu air talang sampai ke Desa masing masing.Sabtu,13/07/2019

Kerja bakti tersebut di kordinir oleh dua Kades Sukaasih,Nadih,dan Kades Sukahurip,Aan Kurniawan,Kecamatan Sukatani,Kabupaten Bekasi, yang mewakili masarakat nya terkait kekeringan yang melanda sekitar 500 Ha lahan pertanian yang berada di wilayahnya sudah tiga kali gagal panen, di karnakan debit air yang berkurang, sehingga tidak dapat mengairi sawah di dua Desa tersebut.

Dinas terkait terutama PJT ll dan Dinas pertanian Pemkab Bekasi di duga tutup mata dalam hal tersebut.

Saat di konfirmsai Wartawan, Dua Kepala Desa tersebut memaparkan ” Kekeringan yang melanda lahan pertanian di wilyahnya,di sebabkan dengan jebolnya sasak Talang atau Pintu air talang yang terletak di antara Desa Sukajaya dan Desa Wanajaya kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi. Hall tersebut menyebabkan gagal panen bagi petani, dan ini sangat meninbulkan permasalahan yang besar bagi aparatur Pemerintahannya tegasnya.

Masih dari,Nadih dan Aan Kurniawan lanjutnya”Kami sudah melakukan pengusulan Kepada dinas terkait khususnya PJT II, dan hanya perbaikan sementara dan itu tidak efektif dan maksimal nyatanya tetap saja kekeringan, karena debit air yang sedikit di dapat oleh para petani pungkasnya.

Saat di kompirmasi oleh Wartawan,ke toko masrakat dan Kadus Desa Sukahurip,(Mursid Robet) sebagai kontraktor,harapan masarakat agar dinas terkaiit,terutama PJT ll dan dinas pertanian Pemkab Bekasi,agar bertindak cepat

untuk memperbaiki sasak talang yang jebol tersebut.dan PJT ll juga harus meperhatikan saluran air yang menghabat jalanya debit air tersebut terutama dari pintu air talang sampai ke Desa Sukahurip,papar nya.
( Capang S )